Siaran pers
Humas dan protokol Setda Kota Depok
Kamis, 11 Agustus 2016
Sebanyak 100 siswa SMA/SMK perwakilan dari 20 sekolah se-Kota Depok mengikuti Pendidikan Wawasan Kebangsaan. Kegiatan Pendidikan Wawasan Kebangsaan bagi siswa SMS/SMK tersebut terselenggara dalam rangka peringatan kemerdekaan Republik Indonesia ke-71 Tingkat Kota Depok Tahun 2016. Acara yang mengusung tema “Pelajar Depok Siap Melanjutkan Pembangunan Bangsa Indonesia Ke Depan Lebih Baik Dan Sejahtera”, berlangsung di Vila Bukit Hambanlang, Citereup, Bogor, Kamis (11/8/2016).
Acara yang diadakan oleh Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) akan berlangsung selama 2 (dua) hari, yakni Kamis-Jum’at, 11-12 Agustus 2016. Kegiatan yang sudah memasuki tahun ke-4 ini menghadirkan beberapa narasumber, diantaranya Miranda Diponegoro dari Tim Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan, Kepala Seksi Hubungan Antar Lembaga, Politik Dalam Negeri Kesbangpol, Perwakilan PKK Kota Depok, Perwakilan KNPI serta unsur Bappeda Kota Depok.
Dalam laporannya, Kepala Seksi Wawasan Kebangsaan, Neneng Rohaeni mengatakan acara diikuti peserta 100 orang dengan kriteria sehat jasmani dan rohani, siswa kelas 11 serta merupakan anggota OSIS. “Acara ini akan diisi dengan pemberian motivasi, diskusi kebangsaan, pelatihan baris-berbaris, sesi curhat dan outbond,” ujar Neneng.
Sementara itu, Kepala Kesbangpol Taufan Abdul Fatah mengatakan bahwa pendidikan wawasan kebangsaan yang diberikan sejak dini kepada generasi muda seperti pelajar, dapat menekan kasus tawuran yang kerap terjadi antar pelajar. Lebih lanjut, Taufan mengatakan tawuran terjadi akibat adanya gap atau persaingan yang biasanya diturunkan dari alumni sekolah tersebut. Menurutnya semua sekolah harus dalam sebuah wadah atau kegiatan untuk meminalisir terjadinya gesekan antar pelajar. “Faktanya, dari tahun ke tahun, setiap selesai kegiatan ini, ketika mereka yang menjadi peserta kegiatan bertemu dijalan, mereka saling sapa meskipun dari sekolah yang berbeda. Ini membuktikan bahwa gesekan dapat memudar dengan bimbingan wawasan kebangsaan,” kata Taufan. (mira)