Siaran Pers
Humas dan Protokol Setda Kota Depok
Rabu, 7 September 2016

Kota Depok ikuti Symposium Smart City 2016 yang digagas Center for Digital Society (CfDS) Fisipol UGM bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri dan Microsoft, di Auditorium Lantai 5, Gedung Lengkung, Sekolah Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada, Rabu (7/10/2016). Acara Symposium Smart City 2016 berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 7-9 September 2016 yang terdiri dari dua rangkaian yakni panel diskusi di hari pertama dan Smart City Training pada dua hari berikutnya. Symposium dibuka oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tjahjo Kumolo dengan menghadirkan pembicara Dr. Soni Sumarsono, MDM, Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri; Andreas Diantoro, President Director Microsoft Indonesia; Dr. Astrid Tuminez, perwakilan Microsoft Southeast Asia dan perwakilan dari Rektorat Universitas Gadjah Mada.

Walikota Depok, Mohammad Idris menjadi salah satu narasumber dalam symposium ini bersama dengan 9 kota lainnya, yakni Yogyakarta, Bandung, Makasar, Bekasi, Tanggerang, Semarang, Serang, Sidoarjo dan Banda Aceh. Kota-kota tersebut merupakan kota yang menginisiasi program Smart City. “Panel diskusi ini memberikan ruang bagi kepala daerah untuk sharing pengalaman terkait pengembangan Smart City dikotanya,” kata Walikota.

Mengawali paparannya, Walikota menyampaikan kondisi Kota Depok saat ini diusianya yang ke-17 tahun, dimana penduduk Kota Depok tidak kurang dari 2,1 juta jiwa, dimana laju pertumbuhan penduduk di Depok bukan semata karena kelahiran, tapi juga karena migrasi warga dari daerah lain yang ingin bekerja di daerah sekitar Depok. Ini menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi Kota Depok.
“Smart City bukan sekedar aplikasi atau teknologi, tapi Smart city, bagaimana suatu kota bisa menyelesaikan permasalahan dengan melibatkan masyarakat. Teknologi kami anggap sebagai pendukung dan media untuk menyelesaikan permasalahan,”ujar Walikota. Sementara itu wujud partisipasi masyarakat untuk meyelesaikan masalah yang ada di Kota Depok diantaranya, adanya rw siaga, satgas banjir, pokdar dan lain sebagainya. Menurutnya, ini juga merupakan bagian dari Smart City. Namun demikian, beberapa aplikasi juga telah dikembangkan di Kota Depok diantaranya Layanan Satu Data, PPDB online, PBB online dan lainnya. (Mira)