Dalam rangka mengevaluasi, menilai dan mendorong Pemerintah Kelurahan bersama masyarakat untuk mengoptimalkan potensi yang ada diwilayahnya serta mengetahui capaian yang ada di kelurahan selama kurun waktu satu tahun, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Bagian Pemerintahan Sekretariat Kota Depok menyelenggarakan Lomba Kinerja dan Inovasi Kelurahan Tingkat Kota Depok Tahun 2018. Lomba tersebut telah dilaksanakan sejak tanggal 23 Oktober sampai dengan 7 November 2018 dimasing-masing kelurahan.
Berdasarkan hasil evaluasi Tim Penilai Lomba Kinerja dan Inovasi Kelurahan yang didasarkan pada indikator penilaian lomba, maka ditetapkan Kelurahan Bojong Pondok Terong, Kecamatan Cipayung sebagai Juara Pertama dengan nilai 1494. Sementara itu Juara Kedua dengan nilai 1454 diraih Kelurahan Leuwinanggung, Kecamatan Tapos dan Juara Ketiga dengan nilai 1382 diraih oleh Kelurahan Bojongsari Baru, Kecamatan Bojongsari.
Wali Kota Depok, Mohammad Idris secara simbolis memberikan penghargaan kepada juara Lomba Kinerja dan Inovasi Kelurahan, yang dirangkai dengan Apel Pagi, di Lapangan Balaikota Depok, Senin (03/12/2018). Adapun Juara Ketiga mendapat hadiah uang tunai sebesar Rp 5 juta, Juara Kedua Rp 15 juta dan Juara Pertama sebesar Rp 25 juta. Wali Kota Depok mengatakan bahwa lomba ini sebagai bentuk penghargaan kepada Pemerintah Kelurahan atas prestasi yang telah dicapai dalam memajukan, memandirikan dan mensejahterakan kelurahan. “Semoga ini juga menjadi bahan evaluasi kita dalam penyelenggaraan pemerintahan, kewilayahan dan kemasyarakatan khususnya di kelurahan,” tambahnya.
Adapun indikator penilaian lomba meliputi tiga bidang. Pertama, evaluasi bidang Pemerintahan meliputi kinerja, inisiatif dan kreatifitas dalam pemberdayaan masyarakat, penerapan e-goverment dan pelestarian adat dan budaya. Kedua, evaluasi bidang kewilayahan meliputi identitas, batas wilayah, inovasi, tanggap dan siaga bencana dan pengaturan investasi. Terakhir, evaluasi bidang kemasyarakatan meliputi partisipasi masyarakat, lembaga kemasyarakatan, pemberdayaan kesejahteraan keluarga, keamanan dan ketertiban, pendidikan, kesehatan, ekonomi, penanganan kemiskinan dan peningkatan kapasitas masyarakat.
Ditemui usai apel, Lurah Bojongsari Baru, Suryana Yusuf mengatakan di kelurahannya sedikitnya terdapat lima inovasi. “Kami mempunyai inovasi, diantaranya DSW atau Dana Sosial Kelurahan sebagai dana alternatif yang diperuntukan untuk warga yang terkena musibah misalnya rumah roboh atau warga yang sakit, Rumah Depok Kita yang bekerjasama dengan mahasiswa Universitas Indonesia dengan memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya kepada pelajar yang akan menghadapi ujian akhir misalnya,” terang Suryana. Selain itu juga ada inovasi Saung Kita, KPRL atau Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Penataan Kawasan Kumuh.
Siaran Pers
Bagian Humas dan Dokumentasi Setda Kota Depok
Senin, 3 Desember 2018
Rokhmi Handayani Rahayu