
Pospeda terselenggara atas kerjasama antara Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporyata) dengan Kementerian Agama Kota Depok. Kepala Disporyata Kota Depok Wijayanto melaporkan, pospeda tahun ini diikuti oleh 28 pesantren, dengan umur maksimal santri 14 tahun. Ada lima cabang olahraga yang dipertandingkan, yaitu basket, bulu tangkis, futsal, dan pencak silat. Nantinya, santri yang berprestasi akan diikutsertakan dalam Pospeda Tk. Provinsi Jawa Barat.
Pekan Olahraga dan Seni Pondok Pesantren (Pospeda) Tk. Kota Depok Tahun 2019 secara resmi dibuka oleh Walikota Depok Mohammad Idris di Lapangan Balaikota Depok, Rabu (11/09/2019).
Senada, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Depok, Asnawi mengatakan pospeda menjadi wadah untuk menumbuhkembangkan kegiatan olahraga dan seni, sehingga potensi semakin berkembang. “Santri yang menang nanti akan dilanjutkan pada pospeda tingkat Provinsi Jawa Barat. Selamat bertanding, jadilah juara dengan jujur,” tandasnya.
Dalam kesempatan itu, Pemimpin Kota Depok menyatakan bahwa Pospeda menjadi sarana untuk berkreasi dan menggali potensi para santri, khususnya dibidang olahraga dan seni. Manfaatkan event ini untuk mengekspresikan kemampuan dan bakat olahraga dan seni. “Selamat mengikuti pospeda, bertandinglah secara sportif dan junjung tinggi solidaritas,” tutur Idris.
Idris berharap ajang pospeda ini dapat mempererat persaudaraan antar para santri di Kota Depok. “Kegiatan ini juga untuk mencari atlet yang akan menjadi duta pada ajang pospeda tingkat Provinsi juga nasional,” ungkap Walikota.
Depok, 11 September 2019
Sub Bagian Humas dan Dokumentasi
Sekretariat Daerah Kota Depok