Siaran Pers

Protokol dan Dokumentasi Setda Kota Depok

Senin, 2 Oktober 2017

Walikota Depok Mohammad Idris menjadi Inspektur Upacara pada Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang berlangsung di Lapangan Balaikota Depok, Senin (2/10/2017). Upacara diawali dengan mengheningkan cipta yang dipimpin oleh Inspetur Ucapacara, dilanjutkan dengan pembacaan Naskah Pancasila oleh Dandim 0508/Depok kemudian pembacaan Pembukaan UUD 1945 oleh Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik.

Dalam upacara tersebut Walikota Depok selaku Inspektur Upacara juga membacakan Ikrar yang menyatakan kesetiaan kepada Pancasila. Diantara naskah Ikrar yang dibacakan berbunyi : maka dihadapan Tuhan Yang Maha Esa dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila, kami membulatkan tekad untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan menggalang kebersamaan untuk memperjuangkan, menegakkan dan keadilan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ditemui usai upacara, Walikota Depok memaknai Hari Kesaktian Pncasila dengan dua hal, yakni Ideologi dalam berbangsa dan sebagai pemersatu dalam hidup ditengah keberagaman. “Kesaktian Pancasila ini mengingatkan seluruh anak bangsa dan anak negeri ini bahwa kita punya komitmen hidup bernegara yaitu ideology dalam berbangsa yakni Pancasila, itu pertama. Kedua, Hari Kesaktian Pancasila mengingatkan bahwa kita punya pedoman pemersatu dalam hidup dengan berbagai keragaman suku dan etnis, yaitu Pancasila,” kata Idris.

Tambahnya lagi, dulu memang awalnya Persatuan Indonesia menjadi sila pertama dalam Pancasila. “Tapi kemudian negara kita mengakui bahwa negara kita adalah negara yang beragama, bukan negara agama, sehingga sila Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi sila pertama. Sehingga kita tidak mengenal pemisahan antara negara dan agama,” terangnya.

Selain itu pada Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang berlangsung pada tanggal 2 Oktober bertepatan dengan Hari Batik Nasional, Walikota Depok mengatakan bahwa batik menjadi kebanggaan bangsa Indonesia. “Memperingati Hari Batik Nasional menjadi kenbanggaan Indonesia dimana batik sudah diakui PBB sebagai produk kekhasan Indonesia. Pelestarian batik di Kota Depok diantaranya dengan membentuk komunitas batik,” ujar Idris. Sebelumnya juga pernah ada Sayembara Batik, hingga ada 10 motif batik yang telah di SK-kan menjadi batik khas Kota Depok. “Sekarang kita juga tengah menghidupkan lagi potensi batik tulis dengan berbagai motif khas Depok diantaranya batik motif ikan Neon Tetra, motif Rebutan Dandang dan motif alam seperti motif bamboo khas Ciliwung,” tutup Walikota. (mira)

 

 

 

 

 

Leave a comment