Alhamdulillah hari ini kita melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sebagai langkah mempercepat pembangunan Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) sesuai arahan Bapak Presiden dan disaksikan oleh Pak Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan.  Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Depok, Supian Suri usai Penandatanganan MoU PSEL antara Pemerintah Daerah dengan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) melalui PT Danantara Investment Management, Senin (11/05/2026) di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta Pusat.

Dalam kerja sama ini, Kota Depok akan mengirimkan 700 ton sampah per hari ke PSEL di wilayah Kelurahan Kayumanis , Kecamatan Tanah Sereal, Kota Bogor untuk dikelola menjadi energi listrik. Meski demikian, Supian Suri mengakui masih ada tantangan sisa sampah yang harus diselesaikan.

“PR kita hari ini adalah masih ada 500 ton, tadi diarahkan oleh kepala BRIN untuk kita cari solusi teknologi yang lain yang bisa menyelesaikan permasalahan sampah di Kota Depok” tutur Supian.

Wali Kota menekankan bahwa teknologi PSEL adalah solusi akhirFokus utama Pemerintah Kota Depok tetap pada pengurangan sampah dari sumbernya agar beban ke tempat pembuangan akhir (TPA) berkurang.

“Saya meminta Kepala Dinas LHK bersama Pak Sekda untuk mengawal ini. Kita ingin sampah tetap memiliki nilai ekonomis dan termanfaatkan, baik organik maupun anorganik. Harapannya, hanya residu saja yang dikirim ke Bogor atau ke TPA,” tegasnya.

Supian mengungkapkan program-program dalam upaya pengelolaan sampah akan terus digencarkan seperti program ember biru yaitu pengolahan sampah dari sumbernya, serta program-program sampah ekonomis termasuk di dalamnya bank sampah.

Leave a comment