
Wali Kota Depok, Supian Suri menghadiri Kirab Santri 2026 Kota Depok, dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober, Rabu (21/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran santri sekaligus menjaga marwah dan lingkungan pondok pesantren di Kota Depok.
Selain menjadi ajang silaturahmi dan perayaan semangat santri, kegiatan ini juga dirangkai dengan penandatanganan Deklarasi Pesantren Aman dan Nyaman. Deklarasi ini untuk mewujudkan lingkungan pesantren yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk perundungan (bullying) maupun kekerasan/pelecehan seksual.
Pemimpin Depok menyampaikan bahwa komitmen ini merupakan langkah konkret untuk merespons dinamika yang terjadi serta mengikis kekhawatiran masyarakat akibat oknum tertentu di beberapa daerah.
“Pertama-tama saya mengucapkan Selamat Hari Santri Nasional. Hari ini kita menjadi bagian dari semangat Hari Santri. Deklarasi ini adalah bentuk komitmen kita bersama agar kondisi-kondisi tidak menyenangkan seperti bullying atau pelecehan seksual yang terjadi di beberapa tempat tidak terjadi di Kota Depok,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut dari deklarasi ini, Pemkot Depok bersama FPP dan MUI telah menyepakati pembentukan tim pengawas dan komunikasi berkelanjutan. Supian mengatakan tim ini akan bertugas untuk terus menjalin silaturahmi,melakukan pengawasan, serta mengontrol kondisi di lapangan guna memastikan setiap pondok pesantren di Kota Depok menjadi tempat belajar yang aman dan kondusif bagi para santri.
Sub Bagian Dokumentasi Pimpinan
Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Sekretariat Daerah Kota Depok
Oktavia Permatasari