
Prokopim.depok.go.id – Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) bersama Ikatan Alumni FIB UI (ILUNI FIB UI) menyelenggarakan Seri Kuliah Umum Alumni FIB UI (KUALI) episode 3, dengan mengusung tema “Belajar dari Luka Bangsa : Kekerasan Seksual di Era Reformasi dan Kebangkitan Generasi Muda”. Acara berlangsung di Auditorium Toeti Heraty N. Roosseno, Gedung R.M.Ng. Poerbatjaraka (Gedung I) FIB UI, Kampus UI, Rabu (13/05/2026).
Acara dihadiri oleh Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah, Dekan FIB UI Untung Yuwono, dengan dimoderatori oleh Ketua Umum ILUNI FIB UI, Visna Vulovik, serta hadir sebagai narasumber anggota Komisi XIII DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, Komisioner Komnas HAM, Amiruddin Al Rahab, Ketua Komnas Perempuan, Maria Ulfah Anshor, Direktur Tindak Pidana PPA-PPO Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Nurul Aizah, dan Dosen Filsafat FIB UI, Ikhaputri Widiantini.
Melalui diskusi ini, FIB UI dan ILUNI FIB UI mengangkat kembali pentingnya menjaga ingatan kolektif bangsa terkait tragedi kekerasan seksual Mei 1998, sekaligus mendorong peran generasi muda dalam memperjuangkan ruang sosial yang aman, inklusif dan bebas dari kekerasan.
Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah dalam sambutannya mengatakan, melihat realitas yang ada, kita harus jujur mengakui bahwa kekerasan seksual masih menjadi tantangan yang serius. Masih banyak korban yang memilih diam karena takut, malu, tidak percaya, khawatir akan stigma di masyarakat, bahkan khawatir disalahkan ketika mencari keadilan. Pembiaran dan pemakluman terhadap perilaku kekerasan seksual, menurutnya juga terus menyuburkan budaya itu sendiri. Inilah yang menjadi luka sosial bangsa hingga hari ini.
“Karena itu tema : Belajar dari Luka Bangsa, menjadi sangat relevan. Bangsa yang sehat bukan bangsa yang menutupi lukanya. Apalagi menganggap luka itu tidak pernah ada. Bangsa yang sehat adalah bangsa yang berani mengakui, mempelajari, dan introspeksi,” ucapnya. Ia juga mengatakan, perlindungan kepada korban terutama perempuan dan anak, harus menjadi perhatian bersama.
Candra menambahkan, bahwa kota yang maju bukan hanya kota dengan gedung-gedung megahnya dan pertumbuhan ekonomi yang hebat, tetapi juga kota yang mampu menghadirkan rasa aman, rasa hormat terhadap martabat manusia dan perlindungan yang nyata.
“Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan menjadi bagian dari ikhtiar kita bersama untuk membangun bangsa lebih aman, adil, manusiawi, dan memanusiakan manusia,” kata Candra mengakhiri sambutannya.
Rabu, 13 Mei 2026
Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Sekretariat Kota Depok
Rokhmi Handayani Rahayu