
Suasa hangat penuh kebersamaan menyelimuti ratusan warga yang berkumpul untuk mengikuti rangkaian acara Lebaran Depok 2026. Hari pertama perhelatan tahunan ini diawali dengan tradisi khas masyarakat Betawi Depok, yaitu Ngubek Empang, Selasa (05/05/2026) di Kecamatan Sawangan. Selain Kecamatan Sawangan, tradisi Ngubek Empang juga digelar di Kecamatan Tapos dan Kecamatan Cipayung.
Kegiatan ini bukan hanya sekedar menangkap ikan, akan tetapi tradisi yang sarat akan makna kebersamaan dan gotong royong. Ngubek Empang menjadi bagian dari rangkaian Lebaran Depok yang bertujuan menghidupkan kembali memori kolektif serta budaya lokal yang terus diwariskan ke setiap generasi.
Selain Ngubek Empang, rangkaian tradisi lain seperti Ngaduk Dodol, Nyuci Perabotan, Motong Kebo Andil hingga Nyedengin Baju turut diangkat untuk mengedukasi generasi muda mengenai kearifan lokal budaya Depok. Rangkaian kegiatan tersebut akan digelar 05-09 Mei 2026 yang dipusatkan di Alun-Alun Timur, Grand Depok City.
Sekretaris Kumpulan Orang-Orang Depok (KOOD), Nina Suzana menyampaikan bahwa tradisi Ngubek Empang sebagai pembuka merupakan upaya agar generasi muda memahami filosofi kerja keras orang tua zaman dulu dalam menyambut hari raya.
“Kami ingin mengangkat kembali tradisi jaman dulu agar generasi sekarang tahu bahwa menjelang Lebaran, orang tua kita melalui proses yang luar biasa. Ini bukan sekadar menangkap ikan, tapi simbol silaturahmi dan kekompakan warga Depok. Kami bersyukur kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota dan DPRD Kota Depok,” ujar Nina.
Tradisi Ngubek Empang memiliki keunikan tersendiri, dimana masyarakat tidak diperbolehkan menangkap ikan dengan menggunakan alat bantu seperti serokan, jaring dll, harus menggunakan tangan kosong.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok, Mangnguluang Mansur menekankan bahwa kegiatan ini menjadi momen spesial karena masih dalam suasana Hari Jadi ke-27 Kota Depok.
“Lebaran Depok dengan tradisi Ngubek Empang ini adalah warisan yang sudah mengakar. Kita tahu Depok adalah kota yang maju dan modern, namun kita tidak boleh melupakan tradisi nenek moyang. Ini yang harus kita rawat dan lestarikan untuk anak cucu kita ke depan,” katanya.
Lebih lanjut, ia berpesan agar para peserta tetap menjaga ketertiban selama acara berlangsung. Menurutnya, letak seni dari Ngubek Empang adalah menangkap ikan hanya dengan tangan kosong, yang melambangkan kejujuran dan usaha keras.
“Kami berharap peserta mengikuti kegiatan dengan tertib. Seni dari tradisi Ngubek Empang ini ada pada cara menangkap ikan dengan tangan kosong serta upaya membangun kebersamaan warga,” pungkasnya.
Sub Bagian Dokumentasi Pimpinan
Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Sekretariat Daerah Kota Depok
Oktavia Permatasari
