
Wali Kota Depok, Supian Suri secara resmi meluncurkan program Kampung “Gelari Pelangi” (Gerakan Keluarga Indonesia dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Pengelolaan Ekonomi) tingkat Kota Depok yang berlokasi di RW 12, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, Rabu (15/06/2026).
Gelari Pelangi merupakan program Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) pusat, melalui Pokja II yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan, keterampilan keluarga, serta penguatan ekonomi berbasis keluarga.
Pada kesempatan tersebut, Ketua RW 12, Budi Marsafli mengatakan program Gelari Pelangi mampu mendorong semangat dan kreativitas warga untuk terus meningkatkan potensi ekonomi kreatif melalui produk usaha.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Depok, mengatakan bahwa kehadiran program Gelari Pelangi ini turut didukung oleh alokasi anggaran dana RW sebesar Rp300 juta. Langkah ini diambil untuk memastikan implementasi program berjalan secara merata dan manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat.
“Kita ingin memastikan bahwa implementasi program Dana RW ini bagus dan manfaatnya benar-benar terasa nyata oleh warga,” ujar Wali Kota.
Lebih lanjut, Pemimpin Depok juga menyampaikan komitmen penuh Pemkot Depok di bidang pendidikan melalui penguatan program Wajib Belajar 13 Tahun.
Jika sebelumnya fokus pembangunan berpusat pada tingkat SD dan SMP, mulai tahun ini Pemkot Depok memperluas intervensi pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
“Tahun ini kita telah menggratiskan 22 PAUD yang tersebar di wilayah Kota Depok. Ini adalah bagian dari semangat kita menjalankan program pendidikan 13 tahun, mengingat sebelumnya kita baru memiliki 2 TK Negeri. Apresiasi juga bagi PAUD di wilayah RW 12 ini yang sudah menerima 36 siswa baru dan terus mengoptimalkan daya tampungnya,” tambah Wali Kota.
Selanjutnya, Wali Kota menyampaikan sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi para kader di lapangan, Pemkot Depok juga telah mengalokasikan anggaran jaminan sosial berupa BPJS Ketenagakerjaan yang menyasar para kader PKK, Posyandu, LPM, serta kelompok rentan lainnya.
“Ini adalah ikhtiar pemerintah untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Tentu ini tidak akan sebanding dengan besarnya perjuangan dan keringat Bapak dan Ibu kader di lapangan, namun ini bentuk kepedulian nyata kami,” pungkasnya.
Sub Bagian Dokumentasi Pimpinan
Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Sekretariat Daerah Kota Depok
Oktavia Permatasari
